Posisi Bahasa Daerah Dalam Kurikulum 2013


Posisi Bahasa Daerah Dalam Kurikulum 2013
Uji publik pengembangan kurikulum 2013 yang dilakukan di Yogyakarta pada Sabtu (1/12/2012) lalu memunculkan pertanyaan di mana letak bahasa daerah dalam mata pelajaran untuk anak-anak sekolah dasar (SD)? Hal ini mengingat mata pelajaran wajib hanya terdiri dari Agama, PPKn, Bahasa Indonesia, Matematika, Penjaskes dan Seni Budaya.

Salah seorang guru dari SD Muhammadiyah Banguntapan, Heriyanto, mengatakan, untuk jenjang pendidikan dasar di Yogyakarta, masih ada mata pelajaran bahasa Jawa yang wajib diketahui oleh siswa. Pasalnya, adanya mata pelajaran ini juga merupakan cara untuk melestarikan budaya yang ada.

“Kami di daerah ada pelajaran bahasa daerah. Ini mau ditaruh di mana? Padahal, ini penting karena berkaitan dengan pelestarian budaya,” kata Heri saat Uji Publik Pengembangan Kurikulum 2013 di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Yogyakarta, Sabtu (1/12/2012).

Ia juga mengungkapkan bahwa siswa-siswanya saat ini lebih fasih berkomunikasi dengan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris, sementara perlahan bahasa Jawa yang merupakan bahasa daerah di Yogyakarta menjadi hilang dan hanya digunakan oleh orang-orang tua.

Menanggapi hal ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan bahwa kurikulum yang diujikan ini adalah desain minimum sehingga sekolah masih dapat mengembangkan dan menambahkan mata pelajaran yang dianggap perlu sebagai salah satu muatan lokal.

Itu di dalam mulok kan ada seni budaya. Bahasa daerah bisa dimasukkan ke situ. Jadi, sekolah boleh menambah di situ,” ujar Nuh.

Ia mengaku setuju bahwa bahasa daerah merupakan kekayaan budaya yang harus dilestarikan agar tidak hilang tergerus zaman. Untuk itu, bagi daerah-daerah yang memang memiliki bahasa daerah sebagai mata pelajaran, terbuka untuk memasukkannya dalam komponen mata pelajaran seni budaya yang merupakan bagian dari muatan lokal.

“Silakan saja untuk bahasa daerah. Sekolah bisa tambah lagi selama masih sesuai,” tandasnya

About these ads

14 Tanggapan to “Posisi Bahasa Daerah Dalam Kurikulum 2013”

  1. lesprivatsurabaya1 Says:

    Reblogged this on BERBAGI ITU NIKMAT DAN MEMBUAT KITA KAYA and commented:
    saya rasa bhasa daerah terutama jawa mestinya sesuai dengan porsinya :D

  2. nurhadihs Says:

    Saya guru IPS, sangat berharap Bahasa daerah tetap harus dipertahankan karena bisa asebagai sarana pendidikan pelestari budaya dan pendidikan tatakrama.

  3. pos Says:

    iya TIK juga perlu

    • Sugriwo Says:

      Diklat TIK?, Lawong hampir semua guru saat ini baru liat CPU/Laptop aja alerginya kambuh, ada yg gatal2, masuk angin, flu, diare, nll

  4. Pendo Says:

    Bahasa Daerah adalah penyumbang terbesar bagi khasanah Bahasa Indonesia, maka jangan sampai ditinggalkan. Terutama Bahasa Jawa bagi masyarakat Jawa, adalah sangat erat dalam pembentuk budi pekerti dan karakter bangsa. Karena dalam Bahasa Jawa terdapat unggah ungguh dalam tatakrama. Dengan demikian bahasa Jawa perlu dipertahankan sebagai mata pelajaran utama. Terutama pada siswa SD dan SMP.

  5. Mantri Says:

    Wong Jawa ilang Jawane ya ini titik awalnya. Berawal dari sebut porsi B. Jawa pasti berkurang.Akhirnya lenyap sudah akibat kebijakan yang tidak tepat dari orang-orang yang menganggap kurikulum yang akan datang lebih baik, lebih sempurna. Ingat b. Jawa adalah bahasa yang berkarakter

  6. andrian Says:

    bahasa daerah bkn hanya sekedar bahasa,tp didalamnya ada nilai2 sopan santun ,totokromo,dll dan jg mrupakan identitas ngara,oleh karna itu bhasa daerah harus wajip ada dlm krikulum…..

  7. siti sundari Says:

    tiwas ngelu mkir bene waelah… toh pmrintah dwe ya bkl lwih ngelu maneh mkir jame gru2 srtifkasi sing mapele ilang…

    • Subali Says:

      Iyo btl mbakyu, aku denger guru2nya hanya akan disuruh duduk2 aja, tiap tgl 1 terima gaji, trs tunjangan sertivikasi malah akan dinaikkan 5x lipat dr yg sekarang, cair tiap 3 bln sekali, sedangkan guru2 lain yg mapel masih ada, gj n tunjangan gk ada perubahan, sm spt skrg

  8. titania rizky Says:

    Nama : Titania Rizky
    menurut saya bahasa jawa itu penting,karena bahasa jawa mrpkn salah satu kekayaan bangsa indonesia. oleh karena itu tiap-tiap sekolah harus menambahkan pelajaran bahasa jawa dalam muatan lokal agar tidak hilang tergerus zaman.

  9. kusniati ningsih Says:

    menurut saya bahasa jawa itu seharusnya tidak usah dihilangkan karna merupakan budaya bangsa indonesia yang wajib dilestarikan supaya generasi penerus kita bisa tahu betapa pentingnya budaya bangsa
    jadi, bahasa jawa seharusnya dipelajari oleh para murid sekolah di indonesia agar bisa mengenal budaya bangsa

  10. titik safitri Says:

    TOLONG BAHASA JAWA JANGAN DIHILANGKAN,,,,UNTUK MENDIDIK BUDI PEKERTI ANAK SKRG.!!!!

  11. Sarah Says:

    I am curious to find out what blog system you’re working with? I’m having some small security issues with my latest website and I would like to find something more safeguarded. Do you have any recommendations?


Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.497 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: