Tindak Lanjut Terkait Tenaga Honorer Kategori I dan II


Tindak Lanjut Terkait Tenaga Honorer Kategori I dan II
tindak lanjut tentang pengangkatan tenaga honorer, baik Tenaga Honorer Kategori I maupun Tenaga Honorer Kategori II.

Terkait dengan tindak lanjut tentang pengangkatan tenaga honorer, baik Tenaga Honorer Kategori I maupun Tenaga Honorer Kategori II. Menurut Petrus Sujendro (Kasubbag Publikasi)   dam Suparman (Kasubdit Pengendalian Kepegawaian II) menjelaskan bahwa setelah melakukan uji publik untuk tenaga honorer kategori I, BKN dan KemenPAN-RB menerima lebih dari 32.000 surat pengaduan keberatan, baik keberaran terhadap data yang Memenuhi Kriteria (MK) ataupun yang Tidak Memenuhi Kriteria (TMK). Melihat banyaknya pengaduan ini, pemerintah dalam hal ini KemenPAN-RB mengambil sejumlah kebijakan. Pertama, memerintahkan BPKP melakukan Quality Assurance (QA); kedua melakukan Audit Tujuan Tertentu (ATT); dan yang ketiga adalah melakukan verifikasi ulang ke lapangan khususnya untuk daerah-daerah yang bermasalah (seperti terkena musibah banjir atau kebakaran). Sedangkan penyerahan formasi yang dilakukan pada 19 Desember 2012 merupakan tindak lanjut hasil dari pelaksanaan QA yang dilakukan BPKP.

 
Selain itu Suparman menambahkan bahwa tenaga honorer K II yang akan diangkat menjadi CPNS adalah mereka yang dinyatakan lulus tes yang diadakan sesama K II. Ada pun pembuatan soal tes dilakukan oleh konsorsium Perguruan Tinggi Negeri. Pelaksanaan tes untuk Kabupaten/Kota akan dikoordinir oleh Gubernur sesuai dengan time table yang ditetapkan KemenPAN-RB dan BKN. Pelaksanaan tes diperkirakan dilaksanakan bulan Juni-Juli 2013. Bagi yang dinyatakan lulus tes selanjutnya akan diangkat menjadi CPNS pada Tahun Anggaran 2013-2014 dengan kuota 30 % dari jumlah K2 secara nasional. Untuk pengangkatan pegawai dalam jabatan tertentu harus berdasarkan kompetensi dan peraturan kepegawaian yang berlaku. Untuk itu, BKN telah menerbitkan norma, standar, dan prosedur (NSP) kepegawaian yang menjadi acuan bagi instansi pemerintah pusat dan daerah. Terkait hal ini, Pejabat pembina kepegawaian (PPK) di instansi pemerintah adalah pihak yang memiliki wewenang untuk mengangkat, memindahkan, dan memberhentikan pegawai dalam suatu jabatan tertentu. Dalam melaksanakan wewenang ini, PPK harus memperhatikan peraturan dan NSP kepegawaian. “ Dengan demikian, PPK pun perlu memperhatikan saran dari Baperjakat terkait hal ini,” ungkapnya..

Terkait hal tersebut BKN siap melakukan tindakan tegas terhadap pelanggaran aturan kepegawaian. “Jika dalam proses pengangkatan seorang pegawai dalam jabatan tidak mengindahkan regulasi dan NSP kepegawaian yang berlaku, BKN berwenang untuk melakukan tindakan korektif mulai dari teguran hingga pencabutan SK Pengangkatan dalam Jabatan yang tidak sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku,” terangnya.

About these ads

3 Tanggapan to “Tindak Lanjut Terkait Tenaga Honorer Kategori I dan II”

  1. arif Says:

    bagaimana dengan peserta yang tidak lulus padahal sudah masuk K-II.dan pengabdian nya sudah lebih dari 8 tahun.apakah pemerintah tidak kasihan dengan nasib mereka ……………………………………………..?

  2. arif Says:

    yang jelas biasanya kalo dites pastilah ada sogoknya

  3. yuliakhairaniadi Says:

    bagaimana nasib k 2 yang tidak lulus


Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.498 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: