Pengumuman Kelulusan UN 2013


Pengumuman Kelulusan UN 2013

Persentase Kelulusan SMA Turun, 8.250 Siswa Gagal

10 Siswa SMA SMK Peraih Nilai Tertinggi

24 Sekolah 100 % Siswanya Tidak Lulus

Daftar Lulusan Terbaik Jawa Timur

Nilai Tertinggi UN Dapat Rp. 50 juta

Kelulusan UN di Banda Aceh Turun 3,6 %

18 Siswa SMA Yogyakarta Tidak Lulus

Silahkan baca beritanya dibawah ini :

Persentase Kelulusan SMA Turun, 8.250 Siswa Gagal

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh mengumumkan hasil akhir Ujian Nasional 2013 untuk tingkat SMA dan sederajat.

“Walaupun pada pelaksanaan UN sebelumnya ada penundaan di 11 provinsi, kami bertekad pengumuman hasil UN ini tidak boleh tertunda juga,” kata Nuh di Jakarta, Kamis (23/5).

“ Kami sudah bisa merampungkan ini dan mudah-mudahan besok sudah bisa diumumkan di daerah-daerah dan di sekolah-sekolah.”

Menurut dia, kewenangan terkait teknis atau cara pengumuman hasil UN diserahkan penuh oleh Kemendikbud kepada pihak sekolah.

“Kami tidak mengatur tentang itu, boleh pakai amplop atau boleh juga dengan mengundang orangtua murid. Itu bagian dari kewenangan sekolah masing-masing,” ujarnya.

Mendikbud memaparkan bahwa jumlah peserta UN SMA/MA tahun ajaran 2012–2013 adalah 1.581.286 siswa, dan siswa yang dinyatakan lulus UN berjumlah 1.573.036 siswa, sedangkan yang tidak lulus berjumlah 8.250 siswa.

Hal itu, kata dia, menunjukkan tingkat kelulusan UN SMA/MA tahun ini mencapai 99,48 persen, dan persentase ketidaklulusannya adalah 0,52 persen.

“Berarti persentase kelulusan tahun 2013 ini turun 0,02 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 99,5 persen,” jelasnya.

Selain itu, Nuh memaparkan jumlah peserta UN SMK sebanyak 1.106.140, dan siswa yang dinyatakan lulus UN SMK berjumlah 1.105.539 siswa, sedangkan yang tidak lulus berjumlah 601 siswa.

“Berarti tingkat kelulusan untuk UN SMK tahun ini juga sangat tinggi, yaitu 99,95 persen sehingga yang tidak lulus hanya 0,05 persen. Tingkat kelulusan ini pun lebih tinggi 0,23 persen dibanding tahun 2011 yang hanya mencapai 99,72 persen,” paparnya.

Dia mengatakan kriteria kelulusan peserta didik pada UN ditentukan dengan penentuan nilai akhir untuk kelulusan terdiri dari 60 persen nilai dari UN dan 40 persen nilai sekolah.

“Peserta didik SMA dan sederajat itu dinyatakan lulus UN jika nilai akhir rata-rata paling rendah 5,5 dan nilai tiap mata pelajaran paling rendah empat,” jelasnya.

10 Siswa SMA SMK Peraih Nilai Tertinggi

Hasil ujian nasional tingkat SMA diumumkan Sabtu, 26 Mei 2012 dan Minggu 27 Mei 2012. Dari ribuan siswa yang mengikuti ujian, inilah sepuluh peraih nilai terbaik se-Indonesia.

Sepuluh siswa peraih nilai murni UN tertinggi tersebar antara lain di Provinsi Bali, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Dari tahun ke tahun, kata Mendikbud Muhammad Nuh, peraih nilai tertinggi tak pernah jauh dari ketiga daerah tersebut.

Berikut ini daftar sepuluh siswa SMA peraih nilai UN tertinggi:
1. Triawati Octavia. Nilai UN murni mencapai 58,6. Sekolah di SMA Negeri 2 Kuningan, Jawa Barat.
2. Novi Wulandari. Nilai UN murni 58,5. Sekolah di SMA Negeri 2 Lamongan, Jawa Timur.
3. Kadek Devi Ari Frasiska. Nilai UN Murni 58,5. Sekolah di SMA Negeri 4 Denpasar, Bali.
4. Florencia Irena. Nilai UN Murni 58,45. Sekolah di SMA Santa Ursula, DKI Jakarta.
5. Anggi Arsandi Apriliyanto. Nilai UN Murni 58,45. Sekolah di SMA Negeri 2 Lamongan, Jawa Timur.
6. Bagas Widyatmaka. Nilai UN Murni 58,45. Sekolah di SMA Negeri 1 Ponorogo, Jawa Timur.
7. Fajrin Pradita Wina. Nilai UN Murni 58,45. Sekolah di SMA Negeri 1 Sidoarjo, Jawa Timur.
8. Doni Arif Gunawan. Nilai UN Murni 58,45. SMA Pasundan 1, Jawa Barat.
9. Putu Ayu Utami Prajawaty. Nilai UN Murni 58,3. SMA Negeri 1 Denpasar, Bali.
10. Bhirawa Praditya Bagaskara. Nilai UN Murni. SMA Negeri 4 Denpasar, Bali.

Berikut ini daftar sepuluh siswa SMK peraih nilai UN tertinggi:
1. Mutiarani. Nilai UN murni 29,6. Sekolah di SMKN 2 Semarang, Jawa Tengah.
2. Mifta Nurjanah. Nilai UN murni 29,6. Sekolah di SMK Mitar Batik, Tasikmalaya, Jawa Barat.
3. Roni Hadian Akbar. Nilai UN murni 29,6. Sekolah di SMKN 1 Katapang, Jawa Barat.
4. Neni Yuliantika. Nilai UN murni 29,4. Sekolah di SMKN 7 Bandung, Jawa Barat.
5. Erlyn Herlina Febrianty. Nilai UN murni 29,4. Sekolah di SMKN 1 Sukabumi, Jawa Barat.
6. Intan Permatasari. Nilai UN murni 29,4. Sekolah di SMKN 2 Tasikmalaya, Jawa Barat.
7. Dewi Astutik. Nilai UN murni 29,4. Sekolah di SMKN 1 Purwodadi, Jawa Tengah.
8. Erlita Dyah Utami. Nilai UN murni 29,4. Sekolah di SMKN 1 Purwodadi, Jawa Tengah.
9. Hanindia Hajjar Damayanti. Nilai UN murni 29,4. Sekolah di SMKN 1 Surabaya, Jawa Timur.
10. Annisa Ayuningtias. Nilai UN murni 29,40. Sekolah di SMK Kartika IV-1 Malang, Jawa Timur.

24 Sekolah 100 % Siswanya Tidak Lulus

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh mengatakan sebanyak 24 sekolah di Tanah Air 100 persen siswanya tak lulus.

Hal itu dikatakan Nuh saat memberi keterangan perihak kelulusan Ujian Nasional di Jakarta, Kamis (23/5).

Menurut dia, total jumlah siswa dari 24 sekolah yang peserta didiknya 100 persen tidak lulus itu, adalah 899 orang. Namun, ada juga 15.000 sekolah yang seluruh siswanya lulus 100 persen.

“Jadi, persentase sekolah dengan ketidaklulusan 100 persen mencapai 0,16 persen, sedangkan sekolah yang lulus 100 persen ada sebanyak 86, 98 persen,” ujar Nuh.

Pada kesempatan itu, Nuh menyampaikan bahwa provinsi yang mengalami tingkat ketidaklulusan paling tinggi adalah Aceh, yaitu sebesar 3,11 persen.

Kemudian, di posisi tertinggi kedua adalah Provinsi Papua dengan tingkat ketidaklulusan 2,85 persen.

“Sehingga di Aceh ada 1.754 siswa yang tidak lulus dari 56.000 siswa peserta UN,” katanya.

Mendikbud juga mengucapkan selamat kepada seluruh siswa yang dinyatakan lulus dan meminta para siswa yang belum lulus untuk tidak patah semangat dan belajar lagi untuk mengikuti ujian paket

Daftar Lulusan Terbaik Jawa Timur

Jawa Timur menjadi provinsi dengan peringkat pertama tingkat kelulusan UN yang tertinggi se-Indonesia.

“Walaupun UN 2013 memiliki 20 jenis paket soal UN, tapi tingkat kelulusan di Jatim mencapai 99,9 persen untuk SMA/MA dan 99,77 persen untuk SMK, bahkan ada sepuluh daerah yang lulus 100 persen,” kata Kepala Dinas Pendidikan Jatim H Harun di Surabaya, Kamis (23/5).

Harun menjelaskan peraih nilai UN tertinggi untuk SMA (Bahasa) adalah Nuril Huda (SMAN II Genteng, Banyuwangi) dengan 56,20, Abdullah Maftukh (SMAN I Manyar, Gresik) dengan nilai 56,10, dan Andriyanti Dwi Putri (SMAN I Bangil, Pasurun) dengan nilai 55,65.

Untuk SMA (IPA) adalah Alvinura Fajrin (SMAN Mojoagung, Jombang) dengan nilai 58,15, Dzaky Ramadhan (SMAN I Sidoarjo) dengan nilai 58,10, dan M Thohirin Ramadhani (SMAN I Sooko, Mojokerto) dengan nilai 58,10.

Sementara itu, untuk SMA (IPS) adalah Kevin Gozali (SMA Ciputra Surabaya) dengan nilai 56,05, M Efril Maulana (SMAN III Malang) dengan nilai 55,90, dan Achmad Duwi Effendi (SMAN I Kedamean, Gresik) dengan nilai 55,50.

Peraih nilai UN tertinggi untuk MA (Bahasa) adalah Nurina Mahfudhoh (MAN II Kediri) dengan nilai 53,95, Eni Dwi Lestari (MAN Tlogo, Blitar) dengan nilai 53,65, dan Puji Linda Sari (MAN I Gresik) dengan nilai 53,60.

Untuk MA (IPA) adalah M Zainur Rohman (MA Matholi`ul Anwar, Lamongan) dengan nilai 57,00, Teguh Ari Wibowo (MA Abu Darrin, Bojonegoro) dengan nilai 56,85, dan M Masrur Hamidi (MA Unggulan Amantul Ummah Surabaya) dengan nilai 56,80.

Sementara untuk MA (IPS) adalah Alif Kholifah (MA Nurul Huda, Suci, Lamongan) dengan nilai 55,40, M Hadiy As Sada`iiy (MAN Sidoarjo) dengan nilai 55,10, dan M Faishol Amrulloh (MA Ittaqu Surabaya) dengan nilai 54,90.

Untuk MA (Agama) adalah Novi Octavia (MA Tarbiyatul Tholabah, Lamongan) dengan nilai 55,35, Mahmiatun Nabila (MAN III Malang) dengan nilai 55,30, dan Himatul Mukarromah (MA Tarbiyatul Tholabah, Lamongan) dengan nilai 55,30).

Peraih nilai UN tertinggi untuk SMK adalah Achmad Syafi`i (SMKN I Tuban) dengan nilai 38,20, Ardi Pranata (SMK NU I Karanggeneng, Lamongan) dengan nilai 38,20, dan Elly Fatmawati (SMKN VIII Malang) dengan nilai 38,10.

Lain halnya dengan sekolah peraih nilai UN tertinggi adalah SMAN I Manyar, Gresik (SMA Bahasa), SMA dr Mustain Romly, Lamongan (SMA IPA), SMAN III Lamongan (SMA IPS), MA Tarbiyatut Tholabah, Lamongan (MA Bahasa), MA Ihyaul Ulum, Canga`an, Gresik (MA IPA), MA Miftahul Jinan, Deket, Lamongan (MA IPS), dan MA Tarbiyatut Tholabah, Lamongan (MA Agama).

Nilai Tertinggi UN Dapat Rp. 50 juta

Seorang siswa yang meraih peringkat terbaik Ujian Nasional, UN, tingkat Sekolah Menengah Atas akan diberikan beasiswa sebesar Rp50 juta.

Kepala bidang pendidikan lanjutan dan menengah, Dinas pendidikan Tabalong, Sujadi di Tanjung ibukota Tabalong, Jumat (25/5) mengatakan tahun lalu beasiswa serupa juga diberikan bagi siswa SMA yang mendapatkan peringkat satu sampai tiga.

“Untuk peringkat terbaik satu mendapatkan beasiswa sebesar Rp50 juta dari Dinas Pendidikan Propinsi Kalsel, baik tingkat SMA, Madrasah Aliyah maupun SMK,” jelas Sujadi.

Tak hanya peringkat terbaik satu, kedua dan ketiga juga mendapatkan beasiswa dari dinas pendidikan propinsi Kalsel masing-masing sebesar Rp35 juta dan Rp20 juta.

Beasiswa sendiri bertujuan untuk membantu para lulusan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Selain mendapatkan beasiswa dari Dinas pendidikan propinsi Kalimantan Selatan, peraih nilai tertinggi UN se-Tabalong juga mendapatkan beasiswa prestasi kuliah S1 sebesar Rp3 juta per orang.

“Pemerintah kabupaten juga memberikan beasiswa prestasi kuliah bagi peraih nilai tertinggi se-Tabalong sebesar Rp3 juta per orang,” jelas Kadis pendidikan, Erwan.

Sementara itu dari hasil ujian nasional yang diserahkan Dinas pendidikan Propinsi Kalsel, Kamis lalu, tercatat lima siswa di Tabalong tidak lulus dari total jumlah peserta UN sebanyak 2.480 siswa.

Kelulusan UN di Banda Aceh Turun 3,6 %

Dinas Pendidikan Aceh memperkirakan tingkat kelulusan Ujian Nasional tingkat SMA/sederajat tahun ajaran 2012/2013 di daerah itu turun sekitar 3,6 persen dibanding tahun sebelumnya.

“Perkiraan kami siswa yang lulus UN 2012/2013 tingkat SMA/MA dan SMALB sebesar 96,9 persen, atau lebih rendah dibandingkan UN tahun sebelumnya,” kata Sektetaris UN 2012/2013 Zulkarnaini di Banda Aceh, Kamis (23/5).

Namun, katanya, tingkat kelulusan UN SMK 2012/2013 terjadi kenaikan sebesar satu persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada UN 2012/2013, diperkirakan tingkat kelulusan siswa SMK yang tersebar di 23 kabupaten dan kota di Aceh mencapai 99 persen.

“Itu merupakan data perkiraan sementara, untuk angka kelulusan yang valid akan diumumkan besok hari (Jumat, 24/5) serentak secara nasional,” kata Zulkarnaini.

Sebelumnya tercatat sekitar 67.665 siswa SMA/sederajat di Provinsi Aceh sebagai peserta UN tahun ajaran 2012/2013.

Sementara itu, tidak ada pengamanan khusus di sekolah-sekolah tempat ditempelkannya pengumuman kelulusan se Aceh.

“Pengumuman resmi kelulusan UN SMA/sederajat dan SMK bisa dilihat langsung siswa di sekolah masing-masing pada pukul 17.00 WIB. Tidak ada pengamanan khusus dari kepolisian di sekolah-sekolah,” tambahnya.

Sebab, dia menyakini, siswa akan tertib saat melihat pengumuman kelulusan mereka yang ditempelkan panitia UN di sekolah-sekolah.

“Kami berharap semuanya bisa berjalan lancar. Bagi siswa yang tidak lulus maka diberi kesempatan mengikuti ujian paket C yang dimulai pada 1 Juli 2013,” tambahnya.

18 Siswa SMA Yogyakarta Tidak Lulus

Sebanyak 18 siswa SMA/MA dari Daerah Istimewa Yogyakarta dinyatakan tidak lulus Ujian Nasional 2013 menurut data dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga DIY, Kamis (23/5).

Mereka terdiri dari empat siswa jurusan IPA, dan 14 siswa jurusan IPS, sedang untuk siswa jurusan Bahasa dan Agama semuanya dinyatakan lulus.

Data 18 siswa yang tidak lulus tersebut masih merupakan data sementara karena terdapat dua siswa yang sedang diproses ujian sekolahnya.

Sedangkan di tingkat SMK tercatat sebanyak 74 siswa yang dinyatakan tidak lulus, namun jumlah tersebut juga masih merupakan jumlah sementara karena ada 69 siswa dengan ujian sekolah belum lengkap.

“Sekolah sudah diminta untuk memproses nilai secara manual, dan jika siswa dinyatakan memenuhi syarat kelulusan, maka jumlah siswa yang tidak lulus akan berkurang,” katanya.

Belum masuknya nilai sekolah tersebut bukan disebabkan kesalahan sekolah melainkan karena nilai sekolah tidak bisa diproses secara komputerisasi.

“Ada empat SMK dan tiga SMA yang belum bisa memproses nilai sekolahnya,” katanya.

Pada tahun lalu, jumlah siswa SMA/MA yang dinyatakan tidak lulus mencapai 134 siswa sedang pada tahun lalu siswa SMK yang dinyatakan tidak lulus tercatat sebanyak 32 siswa.

Berdasarkan data per kota/kabupaten untuk jenjang SMA, ketidaklulusan paling banyak terdapat di Kota Yogyakarta dengan 10 siswa, namun dua di antaranya masih diproses nilai ujian sekolahnya.

Sedangkan di Kabupaten Bantul seluruh siswa dinyatakan lulus, di Kulonprogo terdapat dua siswa tidak lulus, dan di Sleman terdapat tiga siswa tidak lulus, dan di Gunungkidul terdapat tiga siswa tidak lulus.

Meskipun jumlah siswa yang tidak lulus menurun bila dibanding tahun lalu, namun rata-rata nilai kelulusan di tingkat SMA menurun yaitu dari 7,44 menjadi 7,32.

Baskara mengatakan, penurunan tersebut terjadi karena nilai sekolah lebih rasional atau tidak lagi ada obral nilai.

Rumus nilai akhir untuk menentukan kelulusan adalah 60 persen dari ujian nasional ditambah 40 persen dari nilai ujian sekolah.

About these ads

2 Tanggapan to “Pengumuman Kelulusan UN 2013”

  1. Lukman Hakim Says:

    Semoga di thn-thn mendatang pelsksanaan UN bila masih diperlukan dapat ditingkatkan lagi kwalitasnya.


Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.497 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: